01812 2200265 4500001002100000005001500021035002000036008004100056245004000097100002300137250000600160260003100166300001900197020001800216022000600234024000600240084002100246082001400267650001000281863000600291520122100297856001001518990000901528990000901537INLIS00000000000054320230605015232 a0010-1119000069230605 0 ind 1 aEpisode Hujan /cLucia Priandrarini aLucia Priandrarini a1 aJakarta :bGramedia,c2015 a320hal ;c19cm a9786020316772 a0 a0 a899.221.3 LUC e a899.221.3 4anovel a0 aHujan membuatku tudak sendiri,rintik hujan membuatku sadar aku satu - satunya orang yang jatuh, lalu pecah membentur batu dan aspal jalanan,atau larut bersama kelokan sungai " "pluviophie' ucap katya "apa itu ?" "itu kamu. orang yang merasakan kedamaian saat hujan ' ungkap katya. Meski ia tahu, pria itu- Banyu Mili -sepertinya bisa merasa damai kapan pun juga. Bagi orang lain, bersama banyu mili pembicaraan topik seremeh - temeh cuaca menjadi smenarik film box office. Katya membenci hujan. Hujan deras turun pada perayaan ulang tahunnya yang ke delapan, membuat satu - satunya ulang tahun yang pernah dirayajkan berantakan karena tak seorang pun undangan datang. Hujan juga menjadi lantar kepergian kakak kandungnya bara yang hilang sejak usia sembilan,dan hujan turut mengantar kepergian ibunya yang meninggal saat katya memutuskan untuk menjadi seorang wartawan. Hujan pun turut meniringi kehilangan Katya akan jani,sosok gadis kecil yang menjadi muridnya di sebuah pusat belajar mengajar di daerah pinggiran Jakarta,tempat anak anak mengecap pendidikan. lalu masih adakah alasan bagi katya untuk tak menyalahkan hujan tata semua kehilanga ? anovel a9424 a9424